Cara merawat sepatu kulit asli, sintetis, dan suede

Sepatu adalah salah satu aset terpenting dalam penampilan. Biasanya, jenis sepatu yang sedang populer biasanya terbuat dari kulit. Sepatu kulit menarik untuk dikenakan. Secara tidak langsung, sepatu formal yang terbuat dari kulit menunjukkan kualitas stabilitas seseorang dalam dan luar. Dari luar, pengguna dipastikan berdiri dan dilengkapi dengan status kerja dan kondisi keuangan yang stabil. Sedangkan dari dalam, pengguna terlihat dewasa dan matang dalam hal pemikiran dan perilaku.

Cara merawat sepatu kulit asli

Sepatu kulit sendiri cukup mudah dan sulit dirawat. Karena jika kita tidak pandai merawatnya, kulit sepatu bisa pecah dan bahkan patah. Belum lagi heat stroke yang bisa membuat warna sepatu Anda memudar dan terlihat tidak menarik.

Berikut langkah-langkah sederhana untuk menjaga sepatu kulit Anda tetap terjaga:

1. Hindari memaparkan sepatu Anda ke air.

Meskipun efeknya tidak langsung terasa, air perlahan-lahan dapat merusak material dan permukaan kulit sepatu. Jika terkena air, segera bersihkan dengan kain kering yang lembut.

2. Selalu gunakan bitumen

Gunakan bitumen dalam warna yang cocok dengan warna kulit sepatu. Juga, pilih enamel kualitas tertinggi yang bisa kita dapatkan.

3. Bersihkan sepatu dengan cairan pembersih

Jika Anda ingin membersihkan sepatu dengan cairan pembersih, Anda harus terlebih dahulu mencoba bagian kecil dari sepatu yang tidak terlihat. Jika tidak menyebabkan sepatu tergores, kusam atau berubah warna, gunakan cairan pembersih di seluruh permukaan sepatu.

4. Keringkan sepatu

Saat mengeringkan sepatu, jangan dijemur langsung di bawah sinar matahari. Ini hanya akan membuat sepatu kulit kering dan mudah rusak. Cukup untuk mengudara.

5. Gunakan pohon sepatu atau sepatu sadel

Jika sepatu kulit akan disimpan dan tidak akan digunakan dalam waktu lama, gunakan pohon sepatu atau pelana. Bagi mereka yang bingung, apa itu pohon sepatu, adalah alat yang mirip dengan telapak kaki yang fungsinya ditempatkan di dalam sepatu ketika sedang tidak digunakan. Biasanya bahannya adalah kayu atau plastik. Namun, disarankan untuk memilih kayu karena lebih tahan lama, bekerja dengan tetap menjaga kelembaban dan juga memberikan aroma yang baik pada kulit sepatu.

6. Hindari menggunakan wewangian sepatu.

Cara merawat sepatu kulit sintetis

Sepatu terbuat dari kulit sintetis, yang berarti bahwa sepatu itu terbuat dari kulit sintetis, sehingga sepatu itu tidak terbuat dari kulit murni. Sepatu kulit sintetis terbuat dari campuran bahan kimia yang diproses di pabrik. Penampilannya terlihat seperti kulit dan memiliki tekstur cerah, tetapi sama sekali tidak ada elemen kulit dalam pembuatannya. Kulit sintetis adalah jenis bahan pembuatan alas kaki yang paling sering digunakan produsen, karena lebih mudah diperoleh dan lebih murah.

Untuk mengetahui cara mengobatinya hampir sama dengan sepatu kulit asli dan Anda perlu perhatian ekstra untuk merawatnya, agar kualitas sepatu kulit sintetis tidak rusak.

1. Bersihkan sepatu dari kotoran dan debu dengan sikat.

Jangan membersihkan dengan mencuci dengan deterjen dan air, karena dapat merusak bahan sepatu. Cukup bersihkan sepatu dengan kain lembab.

2. Keringkan sepatu

3. Gunakan silika gel

Setelah kering, simpan di kotak sepatu Anda yang menerima silika gel. dapatkan di pabrik silica gel termurah, melayani banyak pembelian.

Cara merawat sepatu kulit suede

Sepatu suede nyaman untuk pria dan wanita. Sekilas, sulit bagi orang awam untuk membedakan antara suede dan beludru. Padahal, beludru dan suede jelas berbeda dari bahan dasarnya.

Suede dibuat dari bagian dalam kulit sapi atau bisa juga hewan yang disamak lainnya dan kemudian diproses melalui beberapa tahap sampai akhirnya tampak eksklusif. Dibandingkan dengan kulit biasa, kulit suede memiliki tekstur lebih lembut dan lebih rentan terhadap kerusakan. Selain itu, bahan suede juga menjadi lebih cepat kotor dan sulit dibersihkan.

Karena itu, bahan suede memerlukan perawatan khusus jika diwarnai. Produk pembersih yang mengandung sabun kulit biasa hanya akan membuat noda semakin buruk.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>